Setiap merek besar selalu memiliki cerita yang panjang sebelum dikenal dunia.
Bagi Imola Syndrome, kisah itu dimulai lebih dari dua dekade lalu — bukan dari butik fashion, tapi dari garasi motor di Bandung.
1. Dari Dago Atas ke Dunia Balap
Pada akhir tahun 1990-an, Imola Syndrome bukanlah sebuah brand fashion.
Ia adalah nama tim balap Vespa yang aktif di kawasan Dago Atas, Bandung.
Di tengah semangat anak muda dan aroma bensin dua tak, lahirlah ide sederhana: membuat seragam dan apparel sendiri untuk tim balap mereka.
Tak disangka, desain yang awalnya dibuat “untuk diri sendiri” itu menarik perhatian banyak orang di sekitar komunitas otomotif Jawa Barat.
Dari situ, Imola Syndrome mulai berani memproduksi apparel dalam skala lebih besar — bukan hanya untuk tim mereka, tapi juga untuk berbagai komunitas dan event otomotif lokal.
2. Dari Tim Balap Jadi Brand Apparel
Memasuki tahun 2000-an, Imola Syndrome berevolusi dari nama tim menjadi identitas merek pakaian otomotif.
Koleksinya makin beragam: jersey, T-shirt, celana cargo, boxer, hingga kemeja balap.
Tak lama, brand ini mulai dikenal di dunia motorsport Indonesia, terutama karena gaya racing yang autentik, bukan imitasi.
Kerjasama dengan beberapa official partner dan brand ternama pun mulai terjalin, membuka jalan bagi Imola Syndrome untuk mengukuhkan reputasi sebagai pionir apparel balap lokal.
3. Momentum Baru: Menembus Pasar Eropa
Sekitar lima tahun lalu, perjalanan Imola Syndrome memasuki babak baru.
Sang pendiri yang juga dikenal sebagai jurnalis dan fotografer motorsport, melakukan perjalanan liputan ke berbagai kejuaraan karting di Eropa — mulai dari Italia, Spanyol, hingga Belgia.
Namun dari balik lensa kamera, terbuka peluang yang tak terduga:
para pelatih dan tim balap di Eropa tertarik dengan desain dan kualitas produk Imola Syndrome.
Awalnya hanya sebatas pesanan kecil — tapi seiring waktu, semakin banyak tim karting, exclusive coach, dan akademi balap yang mempercayakan apparel mereka pada brand asal Bandung ini.
4. Kepercayaan yang Dibangun dari Kualitas
Kini, Imola Syndrome dikenal di sejumlah paddock dan lintasan Eropa sebagai brand independen dengan sentuhan khas Asia.
Kualitas bahan, detail presisi, dan filosofi desain yang menggabungkan motorsport spirit dengan urban lifestyle
membuat banyak pelanggan Eropa semakin percaya.
Beberapa tim dan pelatih yang menjadi pelanggan tetap kini dapat ditemukan di etalase produk resmi Imola Syndrome — bukti nyata bahwa kualitas dan konsistensi bisa menembus jarak ribuan kilometer, tanpa perlu kampanye besar-besaran, cukup dengan reputasi dan hasil nyata.
5. Kembali ke Akar, Melangkah ke Depan
Meski kini dikenal di pasar internasional, Imola Syndrome tidak melupakan asal-usulnya.
Semangat balap Vespa, kerja keras bengkel kecil di Bandung, dan ketulusan membangun karya sendiri tetap menjadi DNA utama dalam setiap koleksi yang diproduksi.
“Kami lahir dari lintasan — dan lintasan tetap jadi tempat kami belajar disiplin, kejujuran, dan performa.”
— Founder, Imola Syndrome
Dari Dago Atas ke Eropa, dari tim Vespa ke apparel global, perjalanan Imola Syndrome adalah bukti bahwa semangat otentik tidak pernah lekang oleh waktu.
Ia tumbuh bukan karena tren, tapi karena konsistensi dan karakter,
membawa nama Indonesia ke panggung dunia — satu jahitan, satu lintasan, satu cerita dalam setiap produknya.


